Sabtu, 25 September 2010

Unit Baksos feat Unit STESSA


Pada bulan Ramadhan, tepatnya tanggal 28 September 2010 unit baksos SMADA bekerjasama dengan unit STESSA mengadakan buka bersama di panti asuhan Ar – Risalah dengan di dampingi oleh pembina OSIS, bapak Saladin. 
Acara dimulai pada pukul 16.00 WIB. Acara pertama adalah sambutan dari bapak perwakilan panti asuhan dan bapak pembina OSIS. Kemudian dilanjutkan pembacaan ayat suci Al – Qur’an. Pada inti acara, ditampilkan sebuah drama STESSA yang berjudul “Keindahan Fitri”. Singkat cerita, drama ini bercerita tentang sekelompok anak mampu yang memandang rendah anak pengemis dan pengamen. Ada juga kelompok anak yang mencuri sandal di masjid. Dalam drama ini dapat di ambil hikmah bahwa sekaya apapun kita, semiskin apapun kita, kita harus mensyukurinya dan kita diajarkan untuk memberi dan mengikhlaskan.
Lalu penampilan dari anak – anak berbakat panti asuhan yang menampilkan rebana, dan seusainya masing -  masing anak diberi hadiah. Sekitar pukul 17.00 WIB kita mendapatkan kuliah umum sambil menunggu bunyi adzan di kumandangkan. Tepat pukul tujuh belas lewat empat puluh lima menit suara adzan magrib berkumandang. Seluruh anggota OSSIS, baksos dan STESSA bersama seluruh anggota panti asuhan segera berbuka puasa dengan meminum segelas teh manis hangat. Kemudian dilanjutkan sholat magrib berjama’ah, makan bersama, dan terakhir sholat terawih.

Inilah salah satu kegiatan unit baksos SMADA di bulan Ramadhan.

US govt offers assistance to victims of volcano eruption

Jakarta (ANTARA News) - The United States has offered $50,000 in assistance to victims of a volcano eruption in Sumatra.

The aid will be in the form of non-food aid donated through the Indonesian Red Cross, the US embassy said on its official website.

U.S. Consul General in Jakarta Stanley Harsha expressed concern for the several thousand people who have been evacuated due to the eruption of Mount Sinabung, North Sumatra on Saturday.

"We express our regrets to the victims of this natural disaster and our resolve to stand with the government and people of Indonesia during such crises," said Harsha.

The 2,460-meter-high Mt Sinabung showed its first serious volcanic activity on Aug 28, 2010 and spewed black smoke that completely covered its crater.

It erupted at 0.15 am on Sunday (Aug 29), after lying dormant for 400 years. It last erupted in 1600. On Monday (Aug 30). it erupted again, spewing white clouds of smoke and ash more than 2,000 yards (meters) into the air.

Indonesia`s Ministry of Social Affairs has sent logistics and shelters for the victims of Mt Sinabung eruption.

"Logistics and shelters have been channeled through the social affairs services of North Sumatra," Syafii Nasution of the Social Affairs Ministry said.

He said that the assistance consisted of 50 tons of rice, 960 bottles of soy sauce, 400 cartons of sardines, 120 bottles of cooking oil, 5.000 pieces of blankets, 27,000 face masks and 76 tents.

The ministry had also channeled 3,000 sarongs, 2,000 long-sleeve and long-pant clothes, 200 mats, 4 mobile public kitchens, one truck and one mobile water tank to meet the evacuees` emergency needs.

He said that based on updated data, the number of refugees until 11 am on Monday (Aug 30) was recorded at between 18,834 and 20,000 from 29 villages in 17 sub districts of Tanah Karo district where Mount Sinabung is located.

Kesimpulan : semua orang di dunia apabila mampu, tak ada salahnya bila mengeluarkan sedikit dari harta yang dimiliki  untuk baksos. Apalagi dengan baksos kita bisa meringankan beban orang lain

Norway redoubles financial aid for Pakistani flood victims

Published on Sunday, 19th September, 2010 at 22:16 under the news category, by Ramona Tancau and Michael Sandelson.
Norway has decided to double its financial aid for Pakistan’s flood victims once more, contributing a total of $66 million.

This year’s floods in Pakistan are the worst ever in the country’s history and has hit a region as large as England. 20 million people have been directly affected to date.
“The floods in Pakistan are among the worst natural disasters the world has seen in recent times. Extreme weather has forced millions to flee their homes. […] The destructive forces of nature have laid vast agricultural areas waste and have set the country back many years,” Erik Solheim, Minister of the Environment and International Development says in a press release.
“We must reach vulnerable groups like children and women with clean water, tents, blankets and food. We must also do everything in our power to stop the wave of disease that comes with the dirty flood waters," he continues.

Unit Baksos Smada Kediri

        Unit Baksos ini merupakan unit yang masih di bawah naungan OSIS SMAN 2 Kediri. Unit ini bekerja menjadi salah stu Unit OSIS khususnya di bidang Bakti Sosial. Ketua dari Unit ini adalah Firda Lucita Ratna (XII-IA-3). Unit ini sering mengadakan kegiatan bakti sosial. Setiap tahun pasti mengadakan. 
    

SIPA Gelar Baksos dan Sosialisasi di Taman Balekambang

Kamis, 25 Februari 2010 | 17:00 WIB
Dok. Timlo.Net/Aryo
Irawati Kusumorasri (paling kiri) ketika bersama warga di Taman Balekambang Solo untuk penyerahan baksos dari panitia SIPA.
 
Solo - SIPA atau Solo International Performing Arts menggelar bakti sosial dengan memberikan sembako kepada orang-orang di Taman Balekambang Solo, Kamis (25/2). Pembagian bakti sosial tersebut dalam rangka mengenalkan dan sosialisasi tentang apa itu dan manfaat SIPA bagi masyarakat di Surakarta pada umumnya. Dalam kegiatan tersebut yang paling utama adalah mengenai sosialisasi tentang SIPA bagi masyarakat.

Kegiatan Baksos

Sabtu, 16 Juli 2005
       Program Baksos I Warga GSMclub, yang awalnya maju-mundur, akhirnya terealisasi. Baksos pertama ini, sesuai diskusi di milis, adalah memberikan bantuan sekedarnya untuk Nek Mi’ah, seorang nenek sebatang kara, yang usianya sekitar 100 tahun lebih. Nek Mi’ah dulunya memiliki kambing yang beliau angon sendiri di sekitar komplek perumahan Cipinang Indah. Namun akibat kelumpuhan yang dialami pada kedua kakinya, beliau tidak bisa lagi berjalan, kambing yang dia miliki kini telah dijual untuk menutupi biaya hidupnya. Dalam keadaan lumpuh inilah, Nek Mi’ah masih mencoba bertahan hidup dengan membuat anyaman bambu. Namun, takdir berkata lain, Nek Mi’ah selain menderita lumpuh, kini beliau juga menderita rabun, dimana kedua matanya tidak dapat lagi melihat.
       Nek Mi’ah yang hidup sebatang kara, hanya bisa mengandalkan uluran tangan orang lain untuk tetap bertahan hidup diusianya yang renta dan sebatang kara. Pertimbangan itulah yang menggerakkan hati Warga GSMclub untuk memberikan uluran tangan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari Nek Mi’ah. Dana yang terkumpul dibelikan sembako dan kebutuhan lainnya seperti, kain sarung, mug, piring plastik, dll. Sembako tersebut kemudian dititipkan kepada Ibu Nita, tetangga sebelah rumah beliau yang kerap bahu-membahu bersama tetangga lain, untuk membantu Nek Mi’ah dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya.